Ayoo berhitung…. sesion1

Anak kecil yang diberikan uang jajan biasanya akan segera menuju warung atau toko terdekat untuk membeli permen ataupun coklat.

Disana pastilah dia akan menghitung berapa permen yang didapat.

Bertitik tolak dari pernyataan diatas sudah seharusnya kegiatan berhitung dilatih sejak dini, walaupun anak tersebut masih balita.

Karena dengan menanamkan kebiasaan berhitung anak-anak akan menunjukkan perkembangan kognitif yang baik saat bersekolah.

Adapun beberapa gaya belajar yang baik untuk diterapkan kepada anak-anak Balita sebelum memasuki Sekolah Dasar.

Gaya belajar visual (melihat dan membaca)

Safari Angka.
Berjalan-jalan keliling kota, mengenali angka-angka yang tertulis di pelat mobil, toko, atau bilboard. Mengenali angka 0 -20 adalah ketrampilan yang penting pada usia ini.

Menghubungkan titik-titik (Connecting Dots).
Cara yang boleh dibilang kuno ini masih efektif untuk membantu mereka mengenali urutan angka.

Memencet nomor telepon.
Tulis nomor telpon yang ingin Anda tuju (kakek, nenek, keluarga, teman) di selembar kertas dengan jelas. Minta mereka memncet nomor-nomor tersebut. Ini juga mengajar mereka membaca urutan angka dari kiri ke kanan.

Menimbang.
Ajak mereka menimbang buku, sebotol air, seember pasir. Ajari mereka bagaimana membaca timbangan. Minta mereka untuk menebak berapa berat badan mereka.

Bermain pola.
Minta mereka menyusun benda-benda menurut pola tertentu. Misalnya sendok merah – sendok biru – sendok merah. Atau jeruk-jeruk-pisang. Ajak mereka mencari sesuatu yang selalu berpasangan : mata, daun telinga.

Gaya belajar auditory (mendengar dan berbicara)

Mendengarkan lagu.
Pilih lagu-lagu yang memakai angka, seperti Balonku Ada Lima, Satu-satu Aku Sayang Ibu, Dua Mata Saya, Anak Ayam Turun Sepuluh.

Memasak.
Kita beri dia cangkir pengukur, sendok pengukur, lalu kita bacakan resepnya dengan suara keras, dan minta dia mengukur dan menuang bahan-bahan sesuai resep tersebut.

Gaya belajar kinetik/fisik (melakukan)

Bermain dadu.
Misalnya jika dadu menunjukkan 5, minta mereka bertepuk tangan 5 kali. Atau jika dadu menunjukkan 3 minta mereka meloncat 3 kali.

Menghitung dan menyortir.
Campur-adukkan garpu dan sendok, minta mereka menyortirnya, lalu menghitungnya. Ajak mereka menyortir cucian. Ada berapa pasang kaos kaki? Berapa baju? Bisa juga minta mereka menyortir baju-baju tersebut dalam beberapa tumpukan berdasarkan warna. Membereskan mainan berdasarkan besar dan kecilnya.

Makan snack/kue.
Cari snack yang berbentuk lucu (beruang, cincin, ikan). Ambil 10 dan taruh di mangkuk yang lucu. Biarkan dia memakan 1, lalu hitung sisanya berapa. Makan 2, lalu hitung lagi sisanya. Bagus untuk belajar penjumlahan dan pengurangan.

Membuat dan mengamati alat transportasi.
Ajak mereka membuat mobil-mobilan, kereta api, becak atau sepeda dari bahan-bahan bekas dan menghitung berapa rodanya. Bisa juga mengajak mereka berjalan-jalan di sekitar komplek dan menghitung berapa roda alat-alat transportasi yang mereka jumpai.

Semua gaya Belajar tersebut diatas sangat berguna untuk senantiasa membiasakan pengembangan kemampuan berhitung anak. Selain itu untuk mempersiapkan kemampuan berhitung anak agar tidak terlalu kaget saat memasuki sekolah dasar.

Dikutip dari:

http://www.sekolahrumah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=694&Itemid=182

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s